Oct 20
Cinta. Curhatan gue. Gak usah baca kalo gak mau. (Indonesian) Klik >
Ah, cinta. Sebenernya gue orang paling males ngebahas beginian. Kenapa? Paling banyak kalo orang ngomongin cinta mah udah pasti lawan jenis. Cape dengerinnya. Jarang banget gue denger cinta kepada ortu, teman, sahabat dll. Ngeracunin doang. Apalagi lagu2 cinta jaman sekarang udah makin ngeracunin nih generasi bangsa. Iya sih, kebebasan berekspresi, tapi satu, bermanfaat positif buat orang lain gak? Gue rasa gak. Tapi tetep perlu gue akuin kalo cinta dengan lawan jenis tetep diperlukan. Contohnya, ya kasus gue. Jujur nih ya, seumur hidup gue blom pernah jadian. Paling banter ya HTS. Apa sih yang bikin cewek mau jadian sama cowok? Apakah selalu karena tampang dan duit? Gue harap gak demikian. Minta bangun hubungan gak pernah ada yang mau. Ya sukur sih, ada baiknya juga. Karena kalo gue udah bangun hubungan tuh, ternyata hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Banyak 'kandidat' yang telah 'gugur' dalam proses 'interview' atau 'seleksi' yang gue lakukan. Pertanda tidak ada yang cocok. Sisa kandidat hanya 2 orang. Yang satu masih bertahan sekitar sudah 2 tahun lebih. Yang satunya masih baru. Tenang, keduanya masih gue 'interview' dan 'seleksi'. Dan keduanya sama sibuknya. Sekolah, kuliah. Apa sih yang gue lakukan terhadap kedua orang ini? Terlihat menyebalkan. Bahkan menyebalkan, memang. Bego juga sih gue. Tapi ini yang aku butuhkan."lagi ngapain?" "masak apa?" "di meja makan ada apa aja?" "keadaan kamu gimana?" "aku lagi pulang nih" "aku lagi bete nih, mati lampu" ~~ dan lain2 gaya cowok manja n ingin dibelai *cuih* dan semua itu dilakukan dalam batas kewajaran alias gak sering2 banget dan dilakukan pada saat jam-jam santai. Kadang gue lakuin juga sih pada saat jam kerja, alias si kandidat lagi online aja. Dari semua pertanyaan dan 'curhat' diatas, aku membutuhkan jawaban yang bersifat menenangkan. Tau sendiri pulang kerja, muka capek, pikiran kadang bete. Beban sih udah gue lepasin, tapi abis ngangkat beban kan capek, butuh sesuatu yang bisa 'memijat'. Jawabannya juga tidak harus dalam bentuk nyata. Boongan juga gak apa2. Aku rindu banget jawaban yang kayak gini : "lagi tidur2an, baca twitter kamu" "masak ayam goreng buat kamu makan malam di rumah" "ada ayam sama sayur" "baik2 aja, aku kangen kamu" "hati2 yah dijalan, aku nunggu kamu di rumah" "tunggu aja ya, nanti juga nyala kok" ---yah semua ini memang jawaban fiksi tapi bisa menenangkan otak saya. Membuat aku tidak kelebihan beban dalam memikirkan masalah. Mungkin temen2 tau juga kalo saya tipikal orang yang mecahin masalah sendirian. Mau share? Sama siapa? Semua orang tau nya sharing gue hanya sebuah keluhan. Mereka juga males dengernya. Padahal setiap mereka curhat sama saya, apapun bentuknya, saya dengarkan. Saya juga mencoba membantu mencarikan solusi. Kalo gak ada solusi, ya gak ada. Minimal si yang curhat bisa lebih tenang dengan share dengan saya mengenai masalah yang dia alami. Kalo gue curhat sama siapa? Sama mesin. Komputer. Blog. Microsoft Word. Notepad. Mereka cuma bisa mendengarkan. Namun tidak bisa memberikan feedback apa2. Gue udah lama gak ikut komsel karena waktu dan tempat. Share lewat internet/chatting juga gak efektif. Efektif sih, cuma jarang2 temen gue online di waktu yang pas. Dan blom tentu si yang online mau dengerin gue. Selain sama mesin, sama siapa lagi gue curhat? Ya gak ada lagi. Gue curhat sama gue sendiri. Ngedumel sendiri. Ketawa sendiri. Nangis sendiri. Udah banyak orang yang bilang kalo gue itu gila. Its ok, then.Pertanyaan n curhat diatas juga merupakan salah satu contoh ekspresi cinta saya terhadap seseorang. Aku ingin meyakinkan bahwa aku adalah orang yang peduli dan perhatian. Aku sadar apabila ingin diperhatiin sama seseorang itu maka aku juga harus perhatiin dia. Aku memiliki cinta yang aku sendiri klaim jarang dimiliki orang lain. Hanya segelintir. Tapi mengapa tidak ada yang mau menerimanya? Apakah saya tidak tampan? Saya menyeramkan? Saya galak?Just give me your love and everything will be ok :) Setiap kali aku ingin tidur, aku selalu membayangkan guling yang aku peluk itu adalah wanita ku...penolongku...aku selalu memeluknya dengan erat, karena kehangatan juga saya butuhkan. Ayo, katakan saya gila.Dibalik semua ini saya harus tetap menjaga image saya sebagai 'profesional'. Pisahkan saja urusannya. Biar tidak tercampur aduk. Ngomongin bantal n guling, aku sudah ngantuk.Aku akan istirahat dulu untuk nanggung beban lagi besok. Saya belum menemukan orang yang mau 'memijat' saya.Nite all, dont be down because of stupid thing :)Comments (1)
Oct 20, 2009
garyevano said...
Gue persis sama kayak lo di paragraf 8,9,10. I tend to solve all of my problems by my self, walaupun gue sering jd tempat temen2 share ke gue, cuma gue gak pernah. Cuma ada komputer, hape, tempat curhat gue, sama mesin. Kadang2 gue pikir gue pathetic, cuma yaudah lah. Ini gue apa adanya. Dan gue skrg tau, ternyata bukan cuma gue doang yg kayak gini. :) thanks for the sharing!

